LIPUTAN86.ID — Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni meresmikan kick off pembangunan pembatas Taman Nasional Way Kambas, Kamis (26/03/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Rumah Sakit Gajah PLG ini juga dirangkaikan dengan silaturahmi Idul Fitri 1447 H.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Wakil Bupati Azwar Hadi, jajaran Forkopimda Lampung Timur, Pangdam II/Sriwijaya, Kapolda Lampung, Kepala Balai TNWK, Kepala BPDAS, serta para kepala OPD, camat, dan kepala desa penyangga TNWK.
Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap Lampung Timur. Ia menilai proyek pembatas ini menjadi energi baru bagi upaya konservasi di Way Kambas.
“Ini kebanggaan bagi kami. Kehadiran Bapak Menteri memberi semangat baru untuk Lampung Timur memasuki era baru penguatan konservasi,” ujar Ela.
Ia menyebut pembatas taman nasional sangat dinantikan 38 desa penyangga dan 15 desa terdampak yang selama ini langsung berhadapan dengan konflik satwa liar. Menurutnya, proyek ini bukan hanya untuk menjaga ekosistem, tapi juga melindungi keselamatan dan ekonomi warga.
“Dengan adanya pembatas, konflik manusia dan gajah bisa diminimalisir. Masyarakat bisa hidup lebih aman, nyaman, dan ekonominya ikut meningkat,” tambahnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan, konflik manusia dan gajah di Way Kambas sudah berlangsung puluhan tahun. Awalnya usulan pembatas hanya 11 kilometer, namun mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto hingga diperpanjang menjadi lebih dari 100 kilometer.
“Ini bentuk perhatian luar biasa dari pemerintah pusat. Kita ingin konflik lama ini selesai tuntas, konservasi terjaga, masyarakat hidup tenang,” jelas Gubernur.
Ia optimistis Way Kambas bisa menjadi salah satu taman nasional terbaik di Indonesia jika program ini berjalan optimal dan didukung semua pihak.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan diperlukan pendekatan baru untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung sejak 1983.
“Kita harus berpikir out of the box. Kalau cara lama terus dipakai, hasilnya akan tetap sama. Konflik tidak akan selesai,” tegasnya.
Pemerintah akan membangun pembatas dengan teknologi dan kajian terbaik, termasuk studi banding ke India dan Afrika, agar efektif mencegah konflik manusia dan gajah.
Pembangunan ini diharapkan menjadi awal kebangkitan konservasi di Lampung Timur, sekaligus menciptakan keseimbangan antara perlindungan satwa liar dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Acara ditutup dalam suasana kebersamaan Idul Fitri, memperkuat komitmen pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kualitas hidup warga di kawasan konservasi. (Red)
Tidak ada komentar