
LIPUTAN86.ID — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten Mayjend TNI Kristomei Sianturi tanam padi serempak di areal 500 Hektar persawahan Desa Braja Fajar dan Desa Braja Emas, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Selasa (20/1/2026).
Jendral bintang 2 tersebut didampingi Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, Dandim 0429/ Lamtim Letkol Inf Danang Setiaji dan petani setempat.
Tanam padi serempak di areal 500 Hektar di Persawahan Kabupaten Lampung Timur yang merupakan dampingan dari Pangdam tersebut ditargetkan panen 7 Ton perhektar, di harapkan akan mendongkrak 15 hingga 25 persen swasembada pertanian untuk program ketahanan pangan.
“Kita akan kawal penjualan gabah dari petani ke Bulog tidak kurang dari HPP Rp 6600 per Kilogramnya” kata Mayjend TNI Kristomei Sianturi saat sambutannya.
Menurutnya, meski target panen dengan memakai jenis bibit padi Inpari 32 Jumbo minimal bisa menghasilkan 8 Ton dalam perhektarnya, hal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi petani binaannya lantaran di areal persawahan sekitar hanya bisa menghasilkan 6 hingga 7 Ton dalam setiap panennya.
“Melalui pendampingan berharap dengan riset dan teknologi, kita akan mencoba mengembangkan bibit baru dengan target bisa 10 sampai 12 Ton dalam per hektar, sehingga para Petani bisa lebih sejahtera” tandasnya.
Sementara Bupati Lampung Timur mengatakan 55.952 Hektar sawah di Lampung Timur merupakan terbesar kedua area persawahan Kabupaten di provinsi Lampung. Hal tersebut menjadi perhatian khusus sebagai lumbung pangan meski ditengah keterbatasan fiskal.
“Alhamdulillah Dengan hadirnya cetak sawah dan optimalisasi lahan dengan pendampingan brigade pangan bisa membawa beribu kemanfaatan untuk masyarakat Lampung Timur” Kata Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.
Selain tanam padi, acara tersebut dilakukan penyerahan bantuan sejumlah alat pertanian dan bibit padi bagi para Kelompok Tani untuk Kecamatan Way Jepara, Mataram Baru dan Braja Selebah.
Tidak ada komentar