
Pelukan Hangat dari Malam
Di balik tirai malam yang sunyi,
Dunia terlelap dalam mimpi.
Bintang-bintang berbisik lirih,
Menyulam langit dengan benang perak.
Angin malam berhembus mesra,
Membelai dedaunan yang resah.
Cahaya rembulan menari-nari,
Menerangi jalan setapak sepi.
Di tengah keheningan yang syahdu,
Kutemukan kedamaian yang abadi.
Indahnya malam, simfoni tak terlukiskan,
Pelukan hangat yang selalu kurindukan.
Malam datang memeluk bumi,
Menyembunyikan lelahnya hari.
Lampu-lampu kota berkelip manja,
Menghiasi jalanan yang lengang.
Di balik jendela yang berembun,
Merenungkan arti kehidupan.
Bayangan menari di dinding kamar,
Menemani kesendirian yang hadir.
Namun, di dalam hati yang sepi,
Kurasakan kehangatan tersembunyi.
Malam, misteri yang memikat hati,
Pelukan hangat yang selalu kunanti.
Malam adalah waktu semesta berbicara,
Melalui bintang-bintang bertaburan.
Bulan menjadi saksi bisu,
Atas segala cerita yang terpendam.
Di bawah langit luas membentang,
Ku merasakan diri begitu kecil.
Namun, di dalam hati penuh harap,
Kutemukan kekuatan untuk bermimpi.
Malam, keajaiban tak terhingga,
Pelukan hangat yang selalu terjaga.
Mari nikmati setiap detik yang berlalu,
Sebelum fajar menyingsing kembali.
Jika mereka bilang malam itu suram,
Ku ajak mereka mencari ketenangan malam.
Agar mereka tahu,
Indahnya malam, pelukan yang menghangatkan.
Tentang Puisi;
puisi ini menceritakan tentang seseorang yang merasa tenang ketika malam dan merasa nyaman saat malam datang. Dia merasa dirinya lebih senang ketika malam datang, karna saat itu hening dan sunyi.
Karya: Lidyana
Tidak ada komentar