Foto: Ilustrasi, Penulis Puisi Viola Putri Kinanti. LIPUTAN86.ID — Sebuah puisi karya Viola Putri Kinanti, seorang Siswa SMPN 1 Labuhan Maringgai, Lampung Timur ini menggambarkan pergulatan batin seseorang yang tumbuh dalam keluarga yang terasa tidak selalu harmonis.
Ada kasih sayang, tapi juga ada kecaman. kedua hal itu bercampur menjadi satu, membuatmu merasa rumah (Gṛha) bukan hanya tempat berlindung, tapi juga tempat yang kadang membuat hati bergetar dan bingung.
Gambaran jiwa seperti “air” dan “api”:
Air melambangkan kesabaran, ketenangan, kemampuan untuk menahan diri. Sedangkan Api melambangkan kemarahan, keberanian, dan ledakan emosi yang sulit dikendalikan.
Perpindahan antara dua elemen ini menunjukkan bahwa kamu sedang berusaha memahami dirimu sendiri, kenapa kadang lembut dan kadang membara.
Berikut Puisi tersebut:
Air, Api dan Aku
Aku bingung, mengapa aku terkadang
merasakan bahwa keluargaku tidak sempurna?
Dekapan demi dekapan, kecaman demi kecaman,
semua terbalut menjadi satu kalbu di dalam Gṛha.
jiwaku seperti terombang-ambing ditengah-tengah perasaan yang tidak bisa aku sampaikan,
Perasaan cinta, perasaan kebencian, semua menjadi satu didalam guci jiwa.
Jiwa yang penuh mendapat kasih sayang,
Namun, terkadang bisa menjadi jiwa
yang penuh dengan kecaman.
Kepada diriku aku bertanya,
mengapa aku bisa sesaat menjadi aliran air dan sesaat menjadi kobaran api?
Terkadang aku bersabar sambil tersenyum lembut,
namun, terkadang aku bisa membara
dengan andrepati.
Karya: Viola Putri Kinanti.
Tidak ada komentar