
LIPUTAN86.ID — Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Lampung Timur menggelar Sekolah Jurnalistik IWO (Sejiwo) di kantor Sekretariat Jalan Ir Sutami KM 61, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Jumat (26/12/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua IWO Lampung Timur, Andono, dan diikuti oleh anggota sebagai program penguatan kapasitas internal organisasi, khususnya peningkatan sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Dalam Sejiwo, para jurnalis diingatkan akan pentingnya mematuhi 11 kode etik dalam menjalankan profesi sebagai seorang wartawan agar tidak terjerat hukum. “Wartawan tak kebal hukum, dengan memahami 11 kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya, pasti tak akan ada masalah,” ungkap Arif Fahrudin, Bendahara PWI Lampung Timur yang menjadi narasumber dalam Sejiwo.
Arif Fahrudin menjabarkan satu persatu dari 11 kode etik jurnalistik dan sejumlah contoh pelanggaran yang kerap terjadi di lapangan, salah satunya adalah kesalahan dalam pemberitaan terkait anak. Materi serupa juga disampaikan Ketua Pengurus Wilayah (PW) IWO Lampung, Edi Arsadad, yang memberikan penekanan pada sudut pandang pemberitaan kekerasan anak. “Jadi saat menulis berita kekerasan anak bisa lebihkan pada nilai edukasinya,” kata Edi Arsadad.

Kunjungan Dinas P3AP2KB
Kunjungan Dinas P3AP2KB:
Selain agenda Sejiwo, PD IWO Lampung Timur juga menerima kunjungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten setempat. Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan Dinas P3AP2KB Lampung Timur, Triyanti, bersama tim pendamping dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Indah Lestari.
Dalam pertemuan itu, Andono memaparkan sejumlah program IWO Lampung Timur yang selama ini berjalan dan beririsan langsung dengan isu perlindungan perempuan dan anak. Program tersebut difokuskan pada upaya pencegahan sejak dini melalui pendekatan yang edukatif. “Fokus kami di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak antara lain mengadakan sosialisasi di sekolah-sekolah untuk mencegah bullying, mengedukasi penggunaan media sosial yang bijak,” jelas Andono.
Dinas P3AP2KB Lampung Timur mengapresiasi peran IWO sebagai mitra strategis dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. “Kami melihat wartawan IWO telah menjalankan jurnalistik yang berpihak pada korban serta selalu menjunjung kode etik dalam peliputan berita,” kata Indah Lestari.
Kegiatan organisasi PD IWO Lampung Timur diakhiri dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) oleh pengurus untuk menyusun program kerja di tahun 2026 ke depan. Salah satu poin yakni rencana penguatan SDM melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta terus menggelar Sejiwo masuk sekolah.
Redaksi


Tidak ada komentar