Polantas Karib – Sat Lantas Peduli, program Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Timur. (Foto: Dox Polres Lamtim)Pewarta: Ahmatsyah
LIPUTAN86.ID – Jumat sore (7/8/2026) di Desa Sukadana Ilir tidak seperti biasa. Di antara hiruk pikuk kendaraan, hadir seragam cokelat yang tidak membawa surat tilang. Mereka membawa kantong sembako.
Itulah wajah lain dari Polantas Karib – Sat Lantas Peduli, program Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Timur yang turun langsung ke tengah warga.
Dipimpin Kasat Lantas Iptu Arum Monita Sari, bersama KBO Satlantas Ipda Dedi Susanto dan personel lainnya, rombongan Satlantas menyambangi rumah-rumah warga atas arahan Kapolres Lampung Timur AKBP Yuliansyah.
Lima nama menerima langsung bantuan itu: Suparmi (63), Riyem (55), Purwuji (75), Sumarni (65), dan Taswadi (70). Sehari-hari mereka berjuang sebagai buruh dan juru parkir. Penghasilan pas-pasan, tapi semangat hidupnya luar biasa.

Di teras rumah sederhana, Iptu Arum menyerahkan paket sembako sambil berbincang ringan. Tidak ada jarak pangkat. Yang ada hanya senyum dan obrolan hangat.
“Kami ingin Polri hadir bukan hanya saat ada pelanggaran lalu lintas. Tapi juga saat masyarakat butuh uluran tangan,” kata Arum.
Ia menyampaikan pesan Kapolres: personel harus dekat dengan masyarakat. Tugas menjaga keamanan jalan, harus diimbangi dengan menjaga rasa kemanusiaan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Lampung Timur, 2 Pemotor Tewas Ditempat
Salah satu penerima, Ibu Riyem (55), tidak bisa menyembunyikan harunya. Tangannya menerima beras dan kebutuhan pokok, matanya berkaca-kaca.
“Terima kasih kepada Bapak Polisi yang sudah datang dan memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti dan bisa membantu kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya lirih.
Bagi Satlantas, kegiatan ini lebih dari sekadar bagi-bagi sembako. Ini soal menumbuhkan empati. Soal menjembatani seragam dengan senyuman. Soal membangun kepercayaan bahwa polisi adalah sahabat warga.
Alumni Akpol 2020 itu berharap, Sat Lantas Peduli bisa terus jadi jembatan. Menguatkan hubungan antara Polantas dan masyarakat, sekaligus meringankan sedikit beban di dapur warga yang membutuhkan.
Karena kadang, pengabdian tidak selalu dimulai dari lampu merah. Bisa juga dimulai dari sekarung beras dan sapaan tulus di depan pintu rumah.
Redaksi


Tidak ada komentar