
BANDAR LAMPUNG, LIPUTAN86.ID – Suara Dentingan panci, kuali, dan centong nasi menggema di kawasan Bundaran Tugu Adipura, Bandarlampung, Hal ini Bukan karena ada hajatan besar atau lomba memasak, melainkan sebagai “alarm” dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Senin (22/06/2026)
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Mendukung MBG (AMAL MBG) peserta aksi merupakan para pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan ibu-ibu berpakaian serba putih dengan membawa berbagai peralatan dapur sebagai simbol dukungan terhadap program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Puluhan spanduk di bentangkan dengan berbagai tulisan dari “Pak Prabowo Jangan Stop MBG”, “MBG Membuka Lapangan Kerja”, hingga “Makanan Bergizi Membuat Anak Cerdas”.
Aksi damai ini ada beberapa pesan yang ingin disampaikan sederhana: program ini jangan sampai dihentikan karena dianggap telah memberikan manfaat ekonomi bagi banyak pihak.

Kordinator aksi dilapangan Zaini Subkhi Mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara tertib, santun, dan konstruktif agar program-program strategis. Karna MBG lahir dari dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Menurutnya, program tersebut tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi rakyat, terutama petani, pelaku UMKM, dan para pekerja yang terlibat dalam rantai pasok program.
“MBG adalah program strategis nasional yang pro-rakyat, Program tersebut dinilai mereka memiliki dampak positif terhadap kesehatan, pertumbuhan, serta peningkatan kualitas pendidikan generasi muda. Ujarnya.
Ia melanjutkan, AMAL MBG menilai berbagai dugaan penyimpangan dan praktik korupsi yang berpotensi mencederai tujuan program harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Dalam aksi ini kami menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah.
“Pertama, mempertahankan dan melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai program prioritas nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kedua, menjamin keberlangsungan serta perluasan manfaat program agar menjangkau seluruh sasaran penerima secara tepat dan merata. Ketiga, menangkap dan mengadili seluruh pelaku korupsi yang terlibat dalam penyalahgunaan anggaran maupun pelaksanaan Program MBG tanpa pandang bulu. Keempat, melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program MBG guna memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pelaksanaannya. Kelima, memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan kecurangan dan merugikan masyarakat maupun negara. Keenam, memperkuat pengawasan publik dengan melibatkan masyarakat, lembaga pengawas, dan unsur terkait dalam pengawalan Program MBG. Imbuhnya.
Reporter : Ahmad
Editor


Tidak ada komentar