
LIPUTAN86.ID – Untuk menjadi sukses, selain di dukung finansial yang cukup ternyata juga dibutuhkan ketekatan dan keberanian untuk memulai. Hal ini terbukti dari banyak orang sukses yang bermodalkan keyakinan dan keberanian.
Demikian gambaran singkat kisah Sujianto warga Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur. Ia kini sukses menjadi jutawan baru setelah nekad menanam cabai merah dilahan seluas 1 hektar di peladangan Desa Sribhawono kecamatan setempat.

Sujianto nekat memanfaatkan lahan garapannya dengan menanam cabai merah dan tomat. Namun pria yang awalnya tidak mengenal ilmu pertanian itu lebih fokus menanam cabai. Ada sekitar 22 ribu batang lebih tanaman cabai yang ditanam di lahan tersebut.
“Kalau cabai panennya terus. Tiga sampai empat bulan sudah bisa dipetik. Selama tanaman masih ada atau hidup, hasilnya terus berkembang. Beda dengan sayuran yang sekali menanam dan panen,” kata Sujianto saat ditemui di ladangnya, Sabtu (15/11/2025).
Kini, pria yang akrab di sapa Plentuk ini, mendadak jadi jutawan. Ia di prediksi bakal mendapat untung lebih dari Rp 200 juta selama kurun waktu dua bulan. Ia menjelas kan lahan seluas 1 hektar miliknya bisa menghasilkan 1 ton cabai per 5 hari.

“Alkhamdulillah, lima kali panen ini sekitar 5 ton. Jadi, setiap 5 hari sekali kita panen kurang lebih 1 ton. Harganya lumayan bagus, dan stabil. Perkilonya antara Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu,” kata Sujianto.
Menurutnya, harga cabai merah saat ini sudah stabil tidak seperti saat awal panen. “Saat masih buah awal, harganya cuma Rp 30 hingga Rp 35 ribu. Alkhamdulillah, pas panen raya naik Rp 40 hingga 45 ribu. Sampai hari ini, hasilnya sudah cukup baik sekitar Rp 200 juta lebih,” jelasnya.
Ia berharap, harga cabai merah di pasaran tetap stabil dan terus naik. Sebab, melihat kondisi tanaman yang masih muda, hijau dan terus berbunga, ia memprediksi cabai nya masih bertahan dan terus bisa di panen hingga tahun baru 2026. “Mudah mudahan, harganya terus membaik,” ucapnya.
Pria yang selama ini dikenal tidak tahu cara bertani itu mengaku mendapat ilmu dan bimbingan menanam cabai dari seorang teman. Dari sahabatnya itu, ia kini tahu cara memilih waktu tanam yang baik dan memanajemen keuangan hasil bertani dengan baik dan benar.
“Setelah ini, kami akan tanam jagung atau sayuran lain. Hasil dari panen cabai ini, sebagian kami kembalikan ke modal, sebagian lagi di simpan untuk persiapan tanam cabai berikutnya dan persiapan tanam palawija tahun ini,” jelasnya
Senada juga di sampaikan Imam Khambali (45) warga Desa Bandar Agung kecamatan setempat. Menurutnya, menanam cabai merah itu harus fokus, niat dan hobi. Jika tidak dilandasi itu, tidak terjadi karena menanam cabai itu susah.
Dia menyebut saat ini tanaman cabainya juga sudah panen. 4 hari sekali bisa mendapat 2 sampai 3 kwintal dengan harga jual Rp 45 ribu. “Tahun sebelumnya, saya pernah mendapat untung tinggi karena harga cabai mencapai Rp 90 ribu perkilo,” pungkasnya.
Reporter : Anwar
Redaksi


Tidak ada komentar