Viola Putri Kinanti, Siswi SMPN 1 Labuhan Maringgai, Lampung Timur. KAMI ISTIMEWA
Mereka berkata, perempuan harus memiliki suara yang lembut,
dan perempuan harus berparas cantik demi memanjakan mata para lelaki.
Aku hanya tertawa ketika mendengar itu, dan aku bertanya di dalam benakku, apakah hidup para perempuan hanya untuk memuaskan para lelaki?
Kami hidup bukan hanya sekadar untuk menjadi tontonan para lelaki,
melainkan untuk menjadi api di saat dunia berusaha memadamkan kami.
Mereka bilang kami lemah,
tapi mereka tidak sadar,
siapa yang menyalakan hidup
dengan tangan yang berdarah,
dengan hati yang tetap memberi,
meski dunia menutup mata?
Kami bukan setengah dari apa pun.
Kami utuh.
Kami penuh.
Kami perempuan dan itu seharusnya cukup untuk kalian dengar,
bukan kalian atur.
Tentang Puisi:
Adalah tentang perjuangan dan semangat perempuan dalam menolak pandangan sempit masyarakat yang menilai mereka hanya dari kelembutan dan kecantikan.
Puisi ini menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki kekuatan, keberanian, dan tekad yang tak kalah hebat dari laki-laki.
Makna puisi menegaskan bahwa perempuan bukan makhluk lemah, melainkan sosok yang utuh dan berharga. Mereka mampu berdiri sendiri, berjuang, serta memberi makna bagi dunia tanpa harus diatur, direndahkan, atau dijadikan tontonan.
Penulis: Viola Putri Kinanti
Tidak ada komentar