Gambar Ilustrasi. (Eka Resti)LIPUTAN86.ID — Sebuah karya puisi ini mengisahkan tentang kehidupan seorang siswi sekolah yang menceritakan rasa kehilangan seorang ayah yang telah pergi karena wanita lain.
Merasakan kenyataan tersebut, hidupnya sebatang karena tanpa kasih sayang seorang ayah. Rasa terpuruk akibat orang-orang yang terus mencercanya dengan pertanyaan-pertanyaan ingin tahu.
Hingga saat ini dirinya sangat sulit untuk menerima kebahagiaan yang baru dan masih terus bergelut menyalahkan diri sendiri karena kenyataan tersebut.
“Tak ada pilihan lain, aku tetap harus berjalan kedepan. Impian dan cita-cita harus aku wujudkan dengan tangan dan kaki sendiri” ungkap Eka gadis belia kelahiran tahun 2008 yang berkeinginan memiliki sebuah perpustakaan sendiri itu. (*)
Ayahku Terus Berlalu
Ayah tak benar-benar hidup untuk dirinya sendiri
Ayah, andai engkau mengerti rasanya isi benak hatiku yang terdalam
Tentang orang-orang yang datangnya menanam tanya-tanya
Bagaimana bisa, ayahku menikahi anak angkatnya! Aku piatu yah..!!
Dimana kasih sayang untukku
Perkara aku yang engkau tinggal kabur kala petang itu
Mungkin luntur semua tawa orang-orang,
Kecewa dipekarangan pikiranku yang sebenernya tak mampu seorang pun ini…
Tentang apa yang dibalik namaku
Tentang apa yang bersembunyi dibalik wajahku
Tiada banyak bahagia yang ku peroleh.
Puisi Karya: Eka Resti
Tidak ada komentar