Keluarga Besar Heri NJA Santuni Yatim dan Piatu di Way Jepara, Lampung Timur.LIPUTAN86.ID – Semangat berbagi di awal tahun baru Islam 1448 H/2026 M terasa begitu kental. Keluarga Besar Hi. Heri Kustanto (NJA) menyantuni 206 anak yatim piatu se-Kecamatan Way Jepara dalam acara Pengajian Akbar yang digelar di Lapangan Desa Braja Sakti, Sabtu (11/7/2026).
Setiap anak yatim piatu menerima santunan berupa 1 ekor kambing, 1 karung beras, uang tunai, dan bingkisan. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan rasa syukur keluarga besar NJA kepada Allah SWT.
Acara ini digagas bersama 9 desa se-Kecamatan Way Jepara dan dihadiri ribuan warga. Hadir pula Bupati Lampung Timur Hj. Ela Siti Nuryamah, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, perwakilan keluarga besar NJA, Hi. Ibnu Sutoyo menyampaikan harapan di tahun baru Islam ini.
“Mudah-mudahan pada momen tahun baru Islam ini kita senantiasa diberikan keimanan dan ketakwaan. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan untuk seluruh masyarakat Kecamatan Way Jepara,” ujarnya.
Kepala Desa Braja Sakti, Edi Sumantri, juga menyampaikan rasa terima kasih.
“Saya ucapkan terima kasih kepada keluarga besar Hi. Heri Kustanto atas terselenggaranya kegiatan sosial ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, memudahkan segala urusan, dan menjauhkan kita dari segala rintangan,” kata Edi.
Sementara itu, Bupati Lampung Timur Hj. Ela Siti Nuryamah dalam sambutannya menegaskan pentingnya semangat berbagi.
“Berbagi itu bukan hanya soal besar kecilnya nilai yang kita berikan, tetapi tentang keikhlasan hati. Di bulan yang baik ini, Allah mengingatkan kita untuk terus peduli dan saling membantu sesama, terutama kepada anak yatim yang harus kita muliakan bersama,” tegas Bupati Ela.
Acara semakin khusyuk dengan tausiyah agama yang disampaikan penceramah Kyai Abu Malik Ihsan Dzailami, pengasuh Ponpes Darul Ulum Lampung Timur. Dalam ceramahnya, beliau mengajak umat untuk menjadikan momentum 1 Muharram sebagai awal muhasabah diri, memperbanyak amal, dan meneladani kepedulian Rasulullah SAW kepada anak yatim.
Suasana pengajian akbar ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kesejahteraan masyarakat, dan keberkahan bagi para donatur serta anak-anak yatim yang disantuni.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di tengah tantangan zaman, semangat gotong royong dan kasih sayang kepada sesama, khususnya anak yatim, masih terus hidup di Bumi Tuwah Bepadan. (Red)
Redaksi


Tidak ada komentar