Ilustrasi. Foto: IstLIPUTAN86.ID , Sibuk bicara pembangunan namun lalai dengan keadaan para pemuda generasi penerus bangsa. di sudut – sudut Lampung Timur ada beberapa Kecamatan yang sudah memperlihatkan keadaanya dikarenakan ada “bom waktu” yang terus berdetak: (NARKOTIKA)
Saat tim media ini berkunjung ke salah satu Desa, keluhan yang sama terdengar. Para tokoh masyarakat dan warga mengaku cemas melihat masa depan generasi penerus terancam.
“Narkoba sudah beredar. Sasarannya anak-anak kita. Tapi kami hanya bisa diam. Takut diintimidasi, takut keselamatan keluarga terancam,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan. Selasa (07/07/2026)
Keprihatinan itu bukan tanpa alasan. Orang tua hanya bisa menangis melihat anaknya terjerumus.
“Masa depan anak-anak kami hancur, tapi kami tak berdaya,” ucap warga tersebut dengan nada lirih.
Seorang tokoh masyarakat setempat menambahkan, dampak narkoba jauh lebih luas dari sekadar kesehatan.
“Narkoba tidak hanya merusak otak. Ia melahirkan pencuri, pemalak, bahkan tindak kriminal. Ia merusak moral satu kampung, Sampai kapan masyarakat harus diam hanya karena rasa takut!. tegasnya.
Ia Melanjutkan, Kepada Aparat penegak hukum, Buktikan Taring Hukum.
“Kami masyarakat mengapresiasi upaya Polres Lampung Timur dan BNNK yang selama ini telah melakukan penangkapan dan razia. Namun di lapangan, keresahan warga masih besar.
“Permasalahannya Narkotika Ini bukan rahasia umum lagi. Peredarannya masih berjalan, walau tertutup rapi,” lanjutnya
Karena itu, masyarakat Setempat berharap pihak terkait segera mengambil sikap tegas:
1. Sikat Bandar Besar : Jangan hanya menyasar pemakai dan kurir. Kejar dan proses hukum otaknya.
2. Tutup Sarang Peredaran : Lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi harus ditindak tegas. Jika perlu, cabut izin usahanya.
3. Tanpa Tebang Pilih : Penegakan hukum harus sama. Tidak memandang siapa anaknya, siapa “bekingannya”.
“Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Jangan tunggu ada korban baru dianggap darurat,” harapnya.
Dan kepada pihak terkait: Ini ujian. Buktikan bahwa seragam bukan hanya untuk seremonial. Buktikan sumpah melindungi rakyat masih dijaga.
Di sisi lain juga ada Lembaga yang bergerak dalam pengawasan Obat Terlarang yakni Gerakan Anti Narkoba.
Kepada orang tua: Awasi dan jaga anak.
Kepada sekolah: Gencarkan edukasi bahaya narkoba.
Kepada masyarakat: Berani lapor. Saluran pengaduan dijamin kerahasiaannya.
Jika generasi ini hancur karena narkoba, 10 tahun lagi siapa yang akan membangun Lampung Timur?
Reporter : Abdul
Editor


Tidak ada komentar